Perhatian: Para pembaca, kami minta maaf kalau artikel di halaman ini berantakan karena kami sedang mencoba sistem baru. Untuk informasi lebih lanjut, klik disini.

Kujilat dadanya, turun ke paha, menelanjangi tubuhnya...

– Haah!! haah!! Yang cepat!!

Sekarang kubiarkan Ratih sendiri yang melakukannya. Kubuka pangkal pahaku lebar2 menghadapnya, kuangkat sedikit lubangku, kini Ratih mulai mempercepat tusukannya.

– HAAAAHHH!! – suaraku keluar saat tanganku bergerak,

mengusap dan menekan daging kecil di dalam lipatan bawah tubuhku. Ratih tetap menusukku dengan irama yang kurasa bertambah lama bertambah cepat. Nikmat dan sensasi yang luar biasa, terbawa suara di tv yang nyaring. Benar2 terasa penuh lubangku saat Ratih membenamkannya, dan terasa nikmat sensasinya saat Ratih menarik dan membenamkannya lagi dengan cepat.

Tak kuasa aku menahan getaran dan kejangnya otot di seluruh tubuhku saat puncak nikmat yang kucoba raih itu datang …

– AAAAAAAAAAAARRRRGGGHHHH !!!!

Betul2 serasa mengeluarkan kepuasan yang tiada tara melalui bawah tubuhku …
Kubiarkan Ratih menusuk lubangku beberapa kali, lalu kutahan dengan kedua tangannku mencoba menghentikannya.

Tangan Ratih yang satu masih menusukkan jemarinya ke lubang miliknya dengan cepat sekali. Ia terlihat ingin juga menikmati puncak permainannya. Tak beberapa lama sebelum sempat kubantu …

– hah!! hah!! HAHH!! HHAAAA!! HAAARRGHHH!!! MBAAAAAAAAKKKK!!!

tubuhnya menegang, bergetar sesaat, perutnya naik turun cepat, kemudian merangkulku. Kami berbaring sekaarang, aku tertindih tubuhnya yang penuh keringat. Masih merangkulku dan menyandarkan kepalanya, terdiam tak bergerak.
Bebearpa saat kemudian Ratih sesenggukan menangis …

– huhuuu – berbisik ia dalam tangisnya
– aku sudah tidak perawan lagi ya? Huuu huuu … –

Kuangkat tanganya yang dipakainya sendiri, kuperhatikan ada lendir membasahinya dan sedikit merah …

– entahlah Ratih, aku tidak yakin itu darahmu, tetapi tenang sajalah, kau sudah memdapat apa yang kau cari tadi – bisiku perlahan …

Setelah beberapa lama kami berpelukan, aku mulai meninggalkannya di tempat tidur, merapikan celanaku dan mengenakan kaosku. Kuambil handukku, dan bergerak keluar kamarnya, masuk lagi ke kamarku tuk mandi lagi.

—–

– Begitu deh mas ceritanya – berbisik Windy perlahan
– Lu gila ya Windy, cerita detail begitu ke gue ? – tanyaku perlahan sambil tersenyum.
– Lah, kan mas sendiri yang ingin dengar ceritanya.
– Iya, tapi aku sekarang kan bingung mau ke mana. Pelabuhanku sekarang sedang ke Manado, yang lain di Singapore dengan bossnya. Yang lain sedang terbang dengan flight maskapainya. Kemana kapal selamku musti berlabuh? Ah dasar kau sukanya bikin pusing – kutatap matanya.

Kusandarkan badanku ke kursi, kutarik kedua tanganku menopang kepalaku.
Windy menggeser kursinya, dari hadapanku tadi, sekarang kursi yang beroda itu telah berada di sebelahku. Sambil mendekatkan wajahnya ia tersenyum sambil berbicara perlahan :

– asyik kan ceritanya ?
– Untung gak ada yang dengar ceritamu tadi. – kataku sambil memperhatikan kiri kanan.
– Hari Sabtu begini, kantor ini biasanya sepi mas. Jarang ada yang lembur sampai sore begini.
– Kalau bukan karena menemani mas membackup data akuntasi perusahaan ini tiap hari Sabtu, aku juga gak bakal ke sini mas.
– Lah, bukannya tiap minggu kamu ke sini ngeberesin pembukuan ?
– hiyo hiyo. terserah deh mas. tapi sekarang pokoknya sepi. tenang aja. office boy kan sekarang doyan maen facebook mas.
– mas aja yang freelance di sini tidak memperhatikan. mas cuma hari2 tertentu sih datang ke kantor kami.

Kulirik Windy sekarang. Ia masih memajukan tubuhnya ke arahku. Terlihat bibir merah mudanya yang basah, kemeja atasnya yang ketat sekarang memperlihatkan belahan dadanya yang indah.
Matanya menatapku tak berkedip. Windy memperhatikan mataku melirik dadanya, turun ke paha seakan menelanjangi tubuhnya.
Kuturunkan tanganku sekarang, dengan jarak dekat begini kuraih rambut di atas telinganya.
Kusisir pelahan kebelakng. Windy bergerak mendekat, meletakakan tangannya dipahaku.

Segera kutarik kepala Windy, kucium bibirnya, kuhisap dalam2, lidahku juga mencoba melumat rongga mulutnya.
Kuhentikan ciumanku, terlihat mata Windy terpejam dan sedikit terbuka mulutnya.

– Di mana ruang meetingmu ? – kubertanya sambil mengajak Windy berdiri, menarik tangannya.

Windy berjalan cepat ke arah ujung ruangan yang luas ini. Kulewati lorong kerja disekitar meja kerja karyawan kantor ini. Di salah satu meja yang komputernya menyala terlihat pemuda yang sedang mengetik di keyboard, berinteraksi dengan monitornya yang menampilkan facebook. Office boy sedang sibuk sendirian sekarang.

Pintu paling ujung telah terbuka, dan Windy menahannya menungguku masuk.
Setelah melewatinya, terdengar pintu tertutup perlahan dan kudengar suara kunci diputar.
Sekarang ku berdiri menghadap meja besar di ruangan kecil ini. Terlihat Windy bergerak cepat menutup gorden jendela di dua sisi ruangan ini. Meskipun siang, terasa remang cahaya yang masuk sekarang.

Windy berjalan ke arahku, memutari meja sekarang. Tangannya bergerak melepaskan kancing baju atasnya. Sesampai di depanku Windy hanya mengenakan bra, memperlihatkan buah di dadanya yang besar dan indah tertopang bra gelapnya. Ia kini duduk di atas meja menghadapku.
tangannya kebelakang sesaat, kemudian terlihat rok bawahnya mulai longgar pinggangnya.
Sambil mendekat, kubuka resleting celanaku jeansku.
Kuraih kedua tangannya dan kutarik menyuruhnya turun meja. Rok bawahnya sekarang terlepas saat Windy berdiri menghadapku.

Kuraih kursi dan kuajak dia berlutu sementara aku duduk di kursi itu. Kuhadapkan kursi ke arahnya, kuperlebar ruang resletingku dengan menarik sampai ujung bawah, lalu kuturunkan celana dalamku. Kuraih pusakaku yang setengah berdenyut itu. Batang pusakaku kini telah menjulang keluar diantara delah resleting.

– hmmm – Suara Windy terdengar, saat meraihnya.

Geli dan nikmat langsung mengalir dalam aliran darahku saat Windy mulai memasukan dalam mulutnya. Kepalanya mulai maju mundur, dan tangannya mulai melepaskan kaitan ikat pinggangku. Dibukanya kancing atasnya dan kini dengan sedikit membungkuk Windy sekarang telah menaik turunkan kepalanya, menelan ujung pusakaku sampai terasa sangat geli sekarang.
Kusandarkan tubuhku, dan kuraih kepala Windy.

– oowwhh – tambah geli aku sekarang, saat mulutnya menjepit pusakaku sambil naik turun.

Kubiarkan ia memijit pangkalnya sekarang. Perlahan ia mulai mengurutnya ke atas dan menekannya ke bawah. Lalu bertambah cepat. Dan sekarang lebih cepat lagi.
Sungguh nikmat yang terkira di gedung ini kurasakan.

– iihh – aku terkejut

Rasa sensasi nikmatku bertambah saat Windy menhisapnya.
Terasa beberapa detik cepat berlalu, berlomba dengan gerakan Windy. Segera kulepas kekangan yang kutahan semenjak mendengar cerita Windy dari tadi.

Ujung nikmatku telah sampai. Kubenamkan kepala Windy ke pangkuanku, tak kulepas saat kusemburkan energi di bawah pusarku. Windy memejamkan mata saat menghisap semua energiku, menelannya dan menyapu sisanya dengan lidahnya.

Bukan main … ada kenangan baru aku di hari Sabtu ini.

– enak mas ? – Tanya Windy sambil mengusap mulutnya
– sebentar ya. – Windy berdiri, ke arah lemari kecil.

Dituangnya air di gelas dan meminumnya satu dua teguk. Kemudian disodorkan ke arahku.
Kusambut. Kuraih pergelangan tangannya yang memegang gelas. Aku berdiri dan memutar tubuhku sambil menarik Windy untuk duduk di kursiku tadi.

Windy meletakkan gelasnya di meja, dan langsung memegang kepalaku yang sudah menyeruduk masuk ke pangkal pahanya. Celana dalam hitamnya telah kutekan dengan wajahku menusukan hidungku ketengah tengahnya. Tercium wangi kainnya. Kugosok gosokkan mukaku ke situ. Berputar putar, naik turun, kiri kanan.

– huaaahh … massss

Panti Pijat Plus Plus

"Layanan Cewek Erotis oleh Wanita Seksi Di Panti Pijat Plus Plus"

Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bandung Jawa Barat, Cimahi Jawa Barat, Yogyakarta Daerah Istimewa, Surakarta Jawa Tengah, Bekasi Jawa, Cirebon Jawa, Tangerang Banten, Banjarmasin Kalimantan, Surabaya Jawa, Medan Sumatera, Bogor, Malang, Depok, Magelang, Mojokerto, Sukabumi, Tegal Jawa, Makassar Sulawesi, Pekalongan Jawa, Mataram Nusa Tenggara, Madiun Jawa, Pasuruan Jawa, Pontianak Kalimantan, Denpasar Bali, Bandar Lampung, Kediri, Blitar, Semarang, Probolinggo, Tebing Tinggi Sumatera, Tasikmalaya, Palembang Sumatera, Sibolga Sumatera, Salatiga, Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam, Pematangsiantar, Binjai Sumatera, Manado Sulawesi, Tanjung Balai Sumatera, Gorontalo, Padang Panjang Sumatera, Jambi, Metro Lampung, Cilegon Banten, Bengkulu Bengkulu, Kupang Nusa Tenggara, Pangkalpinang Bangka Belitung, Padang Sidempuan Sumatera, Banjar Jawa, Payakumbuh Sumatera, Padang Sumatera, Pare-pare Sulawesi, Pakanbaru Riau, Pariaman Sumatera, Solok Sumatera, Balikpapan Kalimantan, Batu Jawa, Batam Kepulauan Riau, Lhokseumawe, Palopo Sulawesi, Samarinda Kalimantan, Kendari Sulawesi, Palu Sulawesi, Tomohon Sulawesi, Bukittinggi Sumatera, Ambon Maluku, Ternate Maluku, Tarakan Kalimantan, Bima Nusa Tenggara, Bitung Sulawesi, Bau-bau Sulawesi, Langsa Nanggroe Aceh Darussalam, Lubuklinggau Sumatera, Banjarbaru Kalimantan, Singkawang Kalimantan, Prabumulih Sumatera, Bontang Kalimantan, Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Jayapura Papua, Sawahlunto Sumatera, Sabang Nanggroe Aceh Darussalam, Pagar Alam Sumatera, Sorong Papua, Dumai Riau, Palangka Raya, Tidore Kepulauan Maluku.