Perhatian: Para pembaca, kami minta maaf kalau artikel di halaman ini berantakan karena kami sedang mencoba sistem baru. Untuk informasi lebih lanjut, klik disini.

Teteh bugil nungging, aku masukkan kontolku dari belakang...

Masih dalam keadaan pinggulnya memompa kontolku. Aku beberapa kali berusaha merubah posisi menjadi man on top lagi namun Rini menahan. ia masih ingin menguasai kontolku demi kepuasannya untuk beberapa lama. Tiba2 genjotan rini semakin kencang. Kedua kaki Rini memiting pinggulku dan tubuh Rini ambruk ke tubuhku dan Rini menyerangku dengan ciuman ganas. Rini O ketiga kalinya. Aku semakin nafsu melihat Rini yang sudah O, membalikkan posisi menjadi man on top, mumpung Rini sedang tidak ada tenaga untuk melawanku. “bentar…hhhh… time outtt..hhhh” Ujar Rini menyerah. “Jangan Teh, tanggung, ayo lagi.” Aku kembali menggenjot, tidak tanggung-tanggung aku menggenjot dengan rpm cepat dan konstan, Rini semakin menggila dan berteriak2. Sesekali aku mencumbu bibirnya, menjilati putingnya, menciumi lehernya, menjilati kupingnya. Diperlakukan seperti itu genjotan Rini dari bawah semakin menjadi.*

Saat dipuncak2nya aku keluarkan kontolku. Kutarik tubuh Rini dan kubalik badannya sampai Rini nungging di hadapanku. Disuguhi dengan pemandangan berupa bemper yang sangat seksi, ku langsung masukkan kontolku ke dalam memeknya dari belakang. Ku raih dua bantal untuk menopang tubuhnya dan kumulai genjot kembali. Rasanya dengan posisi ini aku akan cepat keluar. Kugenjot dengan cepaat cepaaat aaaaaahhhhhhhhh “Teeeeeehhhh…. aku mau keluarrrr….” “Iyyyaaa Reeeennnnn…. keluarin ajaaaa” genjotanku kulanjutkan, rasa semriwing disekitar kemaluanku sudah mengumpul namun entah kenapa tidak keluar2 juga. Rini sepertinya sudah menyerah, dia tidak bisa lagi melawanku, akhirnya dia dalam posisi tengkurap, membuang bantal dari bawah tubuhnya dan ambruk ke kasur. Dengan posisiku menindih Rini tanganku melingkar ke depan meraih kedua toketnya. tak luput kembali kuciumi tengkuk dan leher belakangnya. Rini yang sudah tak berdaya masih terangsang dengan ciuman2ku.*

Hingga akhirnya, ledakan itu muncul “TTttttteeeeeehhhhhhh…..AAAAaaaaaaahhhhhhh…… ….” Kubuang semua cairan spermaku. Belum pernah aku selega ini melepaskan spermaku ke dalam liang vagina seorang wanita. Biasanya aku menggunakan kondom ataupun buang diluar. Namun sensasi buang di dalam tanpa kondom memang lebih nikmat. CRrrrrroooooooooooootttt…..crrrrrttttt crrrrrtttttt…. aku bisa merasakan denyutan memek Rini menyambut datangnya sperma2ku. “Enaak ren” “Enak banget Teh” “Bukan, bukan, tadi aku bukan nanya ke kamu, aku bilang ke kamu dientotin kamu itu nikmat banget. Aku beruntung banget setelah sekian lama puasa langsung dapet yang kayak kamu” Posisi kami masih dalam posisi bercinta kami sebelumnya, aku masih menindih Rini dari belakang dengan kontol masih terhujam di dalam namun akhirnya aku ambruk kesamping. Kuciumi pundak Rini, kubelai dengan lembut punggungnya dan kubelai rambutnya yang tadinya sudah berantakan. Kami berdua pun ketiduran.

Aku terbangun melihat jam sudah di pukul 10.30 malam. Aku melihat kesampingku, Rini tidak ada. Tidak lama kemudian pintu kamar terbuka, Rini masuk kembali dan langsung menyerangku. Malam itu kami lagi2 bercinta hingga pagi. Setelah test drive yang pertama ini kami pun rutin melakukan seks selama lebih dari 1 bulan. Seringnya saat Wein tidak ada di rumah, atau gantian di apartemenku atau kami ke luar kota. Sampai akhirnya berita gembira itu hadir, Rini positif hamil. Wein dan Rini dan juga Keluarga besarnya gembira bukan main. Aku pun senang akhirnya aku menjadi ayah dan juga bisa membahagiakan Wein. Namun biarlah Wein yang mengurus anak ini dengan lebih baik. Aku dan Wein pun masih bersahabat hingga kini. Tapi yang Wein tidak tahu, meskipun sudah lewat 3 tahun Rini berhasil hamil dan melahirkan anak dariku, namun Aku dan Rini masih sering bercinta. Mungkin saja Wein tahu dan membiarkan. Entahlah, aku tak tahu bagaimana mengakhirinya. Bercinta dengan Teh Rini benar2 bikin ketagihan.

Panti Pijat Plus Plus

"Layanan Cewek Erotis oleh Wanita Seksi Di Panti Pijat Plus Plus"

Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Bandung Jawa Barat, Cimahi Jawa Barat, Yogyakarta Daerah Istimewa, Surakarta Jawa Tengah, Bekasi Jawa, Cirebon Jawa, Tangerang Banten, Banjarmasin Kalimantan, Surabaya Jawa, Medan Sumatera, Bogor, Malang, Depok, Magelang, Mojokerto, Sukabumi, Tegal Jawa, Makassar Sulawesi, Pekalongan Jawa, Mataram Nusa Tenggara, Madiun Jawa, Pasuruan Jawa, Pontianak Kalimantan, Denpasar Bali, Bandar Lampung, Kediri, Blitar, Semarang, Probolinggo, Tebing Tinggi Sumatera, Tasikmalaya, Palembang Sumatera, Sibolga Sumatera, Salatiga, Banda Aceh Nanggroe Aceh Darussalam, Pematangsiantar, Binjai Sumatera, Manado Sulawesi, Tanjung Balai Sumatera, Gorontalo, Padang Panjang Sumatera, Jambi, Metro Lampung, Cilegon Banten, Bengkulu Bengkulu, Kupang Nusa Tenggara, Pangkalpinang Bangka Belitung, Padang Sidempuan Sumatera, Banjar Jawa, Payakumbuh Sumatera, Padang Sumatera, Pare-pare Sulawesi, Pakanbaru Riau, Pariaman Sumatera, Solok Sumatera, Balikpapan Kalimantan, Batu Jawa, Batam Kepulauan Riau, Lhokseumawe, Palopo Sulawesi, Samarinda Kalimantan, Kendari Sulawesi, Palu Sulawesi, Tomohon Sulawesi, Bukittinggi Sumatera, Ambon Maluku, Ternate Maluku, Tarakan Kalimantan, Bima Nusa Tenggara, Bitung Sulawesi, Bau-bau Sulawesi, Langsa Nanggroe Aceh Darussalam, Lubuklinggau Sumatera, Banjarbaru Kalimantan, Singkawang Kalimantan, Prabumulih Sumatera, Bontang Kalimantan, Tanjung Pinang Kepulauan Riau, Jayapura Papua, Sawahlunto Sumatera, Sabang Nanggroe Aceh Darussalam, Pagar Alam Sumatera, Sorong Papua, Dumai Riau, Palangka Raya, Tidore Kepulauan Maluku.